WahanaNews.co | Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengungkapkan, para mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebenarnya sedang memperjuangkan orang kaya.
Hal ini berkaitan dengan data pemerintah yang mencatat 80 peresen subsidi BBM dinikmati oleh masyarakat menengah dan kaya.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Raih Rating ESG 'A', Perkuat Komitmen Keberlanjutan Menuju NZE 2060
"Ada di kota-kota gejolak atau demo. Ini sesuatu yang hidup dalam sebuah negara demokrasi. Saya juga ingatkan bahwa ternyata 80 persen dari subsidi itu dinikmati oleh orang-orang menengah dan kaya," ujar Moeldoko dalam keterangan persnya di Bina Graha, Jakarta, Kamis (29/9/2022).
"Jadi, temen-teman mahasiswa turun ke jalan itu sebagian juga memperjuangkan orang-orang kaya. Ini juga harus dipahami teman-teman mahasiswa. Kalian turun ke jalan, kalian berkeringat, berdarah-darah yang kalian perjuangkan juga orang kaya. Ini tolong dipahami dengan baik," ungkap dia.
Dalam kesempatan itu, Moeldoko juga mengklaim masyarakat dapat menerima situasi kenaikan harga BBM bersubsidi
Baca Juga:
Viral! Beli Pertalite Rp30 Ribu, Pengendara Kaget Tangki Motornya Kosong
Sehingga, menurut dia, saat ini tidak ada sutuasi kritis di tengah masyarakat.
"Apa yang saya lihat dalam perjalanan ke daerah-daerah, masyarakat, suku-suku, menyiapkan diri dengan baik di sektor pertanian," kata Moeldoko.
"Dari sisi kenaikan BBM, masyarakat juga bisa menerima dengan baik. Saya tidak melihat bahwa ada sebuah siatusi yang kritis di tengah-tengah masyarakat," tambahnya.