Dalam pertemuan tersebut, Gus Men, panggilan akrabnya, dan Menteri Tawfiq mendiskusikan persiapan awal penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M. Keduanya bersepakat untuk terus berupaya meningkatkan layanan bagi jemaah haji Indonesia.
"Kami sepakat untuk melakukan perbaikan-perbaikan dari apa yang kurang dan terus meningkatkan pelayanan yang sudah baik," ujar Menag.
Baca Juga:
Arab Saudi Buka Konferensi dan Pameran Haji 2025
"Semoga ikhtiar ini menjadi ladang amal saleh dan semakin membuat jemaah konsentrasi beribadah," sambung dia.
Yaqut juga menginformasikan bahwa Kerajaaan Arab Saudi akan mulai membuka layanan untuk jemaah umrah pada 15 Zulhijjah 1443 H.
Jemaah Haji Sakit Pulang Lebih Awal
Baca Juga:
Biaya Haji 2025: Menag Usul Rp93,4 Juta, Ditanggung Jemaah Rp65,3 Juta
Jemaah haji Indonesia yang sakit akan dipulangkan ke Tanah Air lebih awal. Sebelum dipulangkan, para jemaah haji ini lebih dulu akan diperiksa oleh tim kesehatan apakah sudah layak dinyatakan terbang.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana menerangkan, pihaknya sudah mempersiapkan kepulangan jemaah haji yang sakit. Untuk kepulangan jemaah haji yang sakit ini, ada dua istilah yang digunakan, yaitu evakuasi dan tanazul.
“Kalau evakuasi, jemaah dipulangkan berangkat dari KKHI Makkah ke Bandara Jeddah dengan menggunakan ambulans, mereka dikembalikan ke kloter awal, jadi sama kloter pulang dan pergi.”