“Sektor swasta melaju cepat, sementara sektor publik harus segera mengejar agar transformasi digital lebih merata,” katanya.
Fase Pengembangan Garuda Spark
Baca Juga:
Menkomdigi Tinjau Aceh Tamiang, Pemulihan BTS Terdampak Banjir Capai 95 Persen
Program Garuda Spark akan dijalankan melalui beberapa fase, mulai dari fondasi, aktivasi, hingga scaling.
Setelah peluncuran, program langsung memasuki tahap aktivasi dengan menghadirkan pembicara, pelatih, dan mentor berpengalaman untuk memperkuat literasi digital masyarakat.
“Kami ingin memastikan audiens yang tepat bertemu dengan kompetensi yang tepat. Dengan begitu, literasi dan inovasi digital bisa berkembang lebih cepat,” terang Menkomdigi.
Baca Juga:
Kemkomdigi Luncurkan Mudikpedia Nataru, Pusat Informasi Resmi Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ke depan peran pemerintah adalah sebagai orkestrator, sementara sektor swasta, startup, dan masyarakat menjadi motor utama penggerak.
“Ketika ekosistem sudah berjalan, pemerintah akan lebih banyak mengambil peran pengaturan. Sektor swasta harus bergerak lebih cepat, dan itulah yang akan mendorong kemandirian digital kita,” jelasnya.
Dengan hadirnya Garuda Spark Innovation Hub dan meningkatnya capaian IMDI 2025, pemerintah optimistis Indonesia mampu memperluas literasi digital, memperkuat kemandirian ekonomi, serta menyiapkan generasi muda sebagai motor transformasi digital nasional maupun global.