WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan arus mudik Lebaran Tahun 2026 di Pelabuhan Merak.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus, serta Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo bersama sejumlah pimpinan lembaga terkait lainnya.
Baca Juga:
Kemen PPPA dan BPIP Perkuat Kolaborasi Dorong Pemberdayaan Perempuan Berbasis Nilai Pancasila
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas transportasi penyeberangan telah siap menghadapi lonjakan penumpang yang biasanya terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain meninjau kesiapan armada dan sistem layanan, pemerintah juga menaruh perhatian khusus pada ketersediaan fasilitas yang mendukung kenyamanan serta keamanan pemudik, terutama bagi perempuan dan anak yang termasuk kelompok rentan selama perjalanan.
Menteri PPPA menjelaskan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi serta berbagai fasilitas layanan bagi para pemudik agar perjalanan selama periode Lebaran dapat berlangsung aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh masyarakat.
Baca Juga:
Kemen PPPA Sambut Regulasi Baru Komdigi untuk Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
Dalam kunjungan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya fasilitas yang responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak pada simpul transportasi publik yang menjadi pusat mobilitas masyarakat saat arus mudik.
“Kami melihat berbagai fasilitas yang sudah disiapkan untuk mendukung mudik yang ramah perempuan dan anak, mulai dari ketersediaan toilet khusus bagi perempuan dan anak, sistem informasi perjalanan yang jelas dan mudah diakses, ruang bermain yang ramah anak, hingga ruang laktasi yang layak bagi ibu menyusui. Selain itu, tersedia pula Pos SAPA 129 sebagai ruang pengaduan apabila terdapat indikasi kekerasan atau pelecehan,” ujar Menteri PPPA.
Selain fasilitas fisik, Menteri PPPA juga menekankan pentingnya keberadaan petugas layanan yang memiliki kepekaan terhadap kebutuhan perempuan dan anak.