Sementara itu, sekitar 36 persen hotel lainnya bahkan telah mencapai tingkat hunian antara 70 hingga 80 persen.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa sebagian besar properti akomodasi di wilayah tersebut masih berada pada kategori hunian menengah hingga tinggi.
Baca Juga:
Pariwisata dengan Energi Bersih, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Indonesia Power yang Jadikan Bali Etalase Transisi Energi Indonesia
Angka tersebut juga menjadi indikator bahwa performa pasar pariwisata di Bali masih relatif kuat meskipun di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Selain Kabupaten Badung, perkembangan positif juga terlihat di Kabupaten Gianyar yang merupakan salah satu destinasi wisata budaya penting di Bali.
Di wilayah ini, sekitar 53,8 persen hotel tercatat memiliki tingkat hunian pada kisaran 41 hingga 69 persen.
Baca Juga:
Paradoks Wisata Bali: Wisman Ramai, Pajak Daerah Bocor
Kemudian sekitar 23,1 persen hotel berada pada tingkat hunian 70 hingga 80 persen.
Bahkan sebagian kecil hotel di daerah tersebut mampu mencatatkan tingkat hunian yang sangat tinggi, yakni antara 81 hingga 100 persen.
Meskipun terdapat perbedaan tingkat hunian di setiap properti, secara keseluruhan aktivitas sektor pariwisata di Bali masih menunjukkan dinamika yang stabil.