Pemerintah berharap, melalui skema bantuan tersebut, masyarakat terdampak dapat tetap memiliki tempat tinggal sementara yang layak sembari menunggu proses pembangunan hunian tetap (huntap), sehingga pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat.
Pembangunan hunian tetap juga dilakukan secara paralel di berbagai wilayah terdampak. Hingga Rabu (14/1/2026), pemerintah daerah mengusulkan pembangunan sebanyak 3.460 unit huntap. Dari jumlah tersebut, sebanyak 648 unit saat ini telah memasuki tahap pembangunan.
Baca Juga:
Hujan Lebat Picu Banjir di Jember, Karawang Masih Tergenang dan Karhutla Terjadi di Kalteng
Data Bencana
BNPB turut merilis perkembangan data kebencanaan akibat banjir dan longsor yang dipicu fenomena siklon tropis Senyar di wilayah Sumatra Utara.
Hingga Rabu (14/1/2026), jumlah korban jiwa masih tercatat sama, yakni 264 orang meninggal dunia, 72 orang dinyatakan hilang, serta 10.854 orang masih berada di pengungsian.
Baca Juga:
Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Tapin, Banjir di Malang Mulai Surut
Dari sisi status kedaruratan wilayah, sebanyak 14 kabupaten dan kota masih berada pada fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan.
Sementara itu, dua daerah lainnya telah resmi mengakhiri status tanggap darurat. Ke-14 wilayah yang masih berstatus transisi darurat ke pemulihan meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Nias Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Langkat, Deli Serdang, Batubara, Kota Medan, dan Kota Binjai.
Seiring masih berlangsungnya masa pengungsian dan status kedaruratan di sejumlah wilayah tersebut, pemerintah pusat melalui BNPB terus mengintensifkan pendistribusian bantuan logistik pangan dan non-pangan.