WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan budaya Batak, termasuk melalui rencana pembangunan Museum Batak dan pengajuan kain ulos sebagai warisan budaya takbenda dunia kepada UNESCO.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap pelestarian budaya lokal.
Baca Juga:
Sejarah Indonesia Ditulis Ulang Jadi 7.958 Halaman, Target Awal Cuma 5.000
Dalam pertemuan bersama perwakilan Dewan Pengurus Nasional (DPN) Batak Center pada Rabu (6/8/2025), Fadli menegaskan kesiapan kementeriannya untuk memfasilitasi upaya pelestarian budaya Batak secara menyeluruh.
"Kami siap bekerja sama. Dan akan memfasilitasi," ujar Fadli Zon dalam keterangannya.
Ia menyatakan bahwa Kementerian Kebudayaan mendukung penuh pengajuan ulos kain tenun tradisional khas Batak agar masuk dalam daftar warisan budaya takbenda UNESCO.
Baca Juga:
Komitmen Berantas Narkoba, Satresnarkoba Polres Sibolga Tangkap Pengedar Sabu di Tapteng
Menurutnya, ini merupakan langkah penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia.
Tak hanya itu, Fadli juga menyampaikan dukungan terhadap rencana pembangunan museum bertema kebudayaan Batak.
Museum ini nantinya diharapkan bisa menjadi pusat edukasi, dokumentasi, dan pelestarian budaya Batak yang strategis, terutama di kawasan Danau Toba yang menjadi ikon pariwisata nasional.