Pelaksanaan uji jalan ini juga mendapat respons positif dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO).
Anggota GAIKINDO, Abdul Rochim, menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik hasil sementara pengujian dan berharap spesifikasi bahan bakar yang digunakan dalam uji coba dapat menjadi acuan pada implementasi resmi B50.
Baca Juga:
ATR/BPN Percepat Penetapan Lahan Sawah Dilindungi di 17 Provinsi, Aher Beri Dukungan
"Jadi kalau kami dari Gaikindo memandang hasil akhirnya bisa bertahan seperti ini, seperti hasil sementara ini, tentunya kami sangat senang dan kami berharap bahwa spek bahan bakar yang digunakan untuk uji ini menjadi spek untuk implementasi B50" ujar Rochim di Jakarta, ketika dihubungi secara terpisah.
Dari sisi kualitas bahan bakar, hasil pengujian menunjukkan bahwa biodiesel B100 sebagai komponen campuran B50 telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Beberapa parameter yang mengalami penyempurnaan meliputi kadar air yang ditetapkan maksimum 300 ppm (dari sebelumnya 320 ppm pada B40), kandungan monogliserida maksimum 0,47 persen massa (dari 0,5 persen pada B40), serta kestabilan oksidasi minimal 900 menit (meningkat dari 720 menit pada B40).
Baca Juga:
Kemenpora dan Kemendiktisaintek Perkuat Sinergi, Kampus Jadi Basis Pembinaan Atlet
Perbaikan ini mengacu pada rekomendasi Komite Teknis Bioenergi Cair.
Selain itu, hasil pengujian performa menunjukkan bahwa kinerja kendaraan tetap stabil, tanpa penurunan signifikan pada tenaga mesin maupun efisiensi bahan bakar.
Konsumsi bahan bakar masih berada dalam kisaran standar pabrikan.