Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran telah melakukan komunikasi intensif sejak awal dengan otoritas terkait di Iran.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan kapal serta perlindungan maksimal bagi seluruh awak kapal Indonesia yang berada di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Atlet Peraih Medali ASEAN Para Games 2025 Terima Bonus, Emas Individu Dihargai Rp1 Miliar
Hasil dari koordinasi tersebut menunjukkan perkembangan yang positif dan terus ditindaklanjuti secara teknis.
"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini, hal tersebut tengah ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional," kata Nabyl.
Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah dalam menangani situasi ini.
Baca Juga:
Bahlil Desak INPEX Percepat Proyek Abadi Masela, Target FEED Dimulai 2026
Melalui anak usahanya, Pertamina International Shipping (PIS), perusahaan tengah mempersiapkan berbagai aspek teknis dan administratif guna memastikan dua kapal mereka, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman dan sesuai prosedur.
Pertamina menegaskan bahwa keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil, di samping menjaga keamanan kapal dan muatan energi yang diangkut.
"Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.