Selain fokus pada keamanan pelayaran, pemerintah juga mengambil langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah diversifikasi sumber pasokan energi, termasuk membuka peluang impor minyak mentah dan BBM dari kawasan di luar Timur Tengah.
Baca Juga:
Atlet Peraih Medali ASEAN Para Games 2025 Terima Bonus, Emas Individu Dihargai Rp1 Miliar
Menurut Anggia, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk memperluas sumber impor energi dari berbagai negara.
Strategi tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada satu kawasan sekaligus memperkuat stabilitas pasokan energi dalam negeri.
Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2025 Pertamina mencatat total impor minyak mentah mencapai 135,33 juta barel.
Baca Juga:
Bahlil Desak INPEX Percepat Proyek Abadi Masela, Target FEED Dimulai 2026
Dari jumlah tersebut, sekitar 19 persen atau 25,36 juta barel berasal dari Arab Saudi.
Sementara itu, sisanya dipasok dari berbagai wilayah lain seperti Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, serta sejumlah negara lainnya.
Tak hanya itu, Indonesia juga menjalin kerja sama jangka panjang dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia dalam penyediaan produk bahan bakar minyak (BBM), guna memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi secara berkelanjutan.