WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah menyiapkan rencana pembangunan rumah susun (rusun) bagi prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Kota Solo, Jawa Tengah.
Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan prajurit TNI, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan hunian yang layak dan memadai.
Baca Juga:
Perluas Akses Pendidikan Tinggi, Pemerintah Targetkan 5.750 Penerima Beasiswa LPDP Tahun 2026
Menteri PKP Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara menyampaikan bahwa pembangunan rusun tersebut merupakan respons atas masih terbatasnya jumlah rumah dinas bagi prajurit Kopassus yang bertugas di wilayah Solo.
Pemerintah menilai penyediaan hunian menjadi faktor penting dalam mendukung kenyamanan dan kinerja prajurit dalam menjalankan tugas negara.
“Kita hari ini membicarakan persiapan untuk pembangunan rusun bagi prajurit TNI AD, khususnya Kopassus di Solo, untuk tahun ini. Ini sesuai dengan aspirasi dari beliau dan juga sudah saya diskusikan dengan Panglima TNI,” ujar Menteri Ara.
Baca Juga:
RDMP Kilang Balikpapan Jadi Kunci Pemerintah Menuju Hentikan Impor BBM
Lebih lanjut, Menteri Ara menjelaskan bahwa pemerintah juga akan mengoptimalkan sejumlah program perumahan yang sudah berjalan, seperti Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Kedua program tersebut diarahkan untuk mendukung pembiayaan serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi prajurit TNI.
Sementara itu, Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi mengungkapkan bahwa kebutuhan rumah dinas di wilayah Solo saat ini masih belum sepenuhnya terpenuhi.
Berdasarkan data internal, terdapat kekurangan puluhan unit rumah yang harus segera diatasi guna menunjang kesejahteraan prajurit dan keluarganya.
“Di Solo masih ada kekurangan sekitar 67 rumah. Karena itu kami didukung untuk membangun satu tower delapan lantai agar kebutuhan prajurit bisa terpenuhi,” kata Letjen TNI Djon Afriandi.
Pembangunan rumah susun Kopassus tersebut direncanakan menggunakan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pada tahap awal, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp13 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan tiga lantai pertama.
Selanjutnya, proyek ini akan dilanjutkan melalui skema kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC) setelah dilakukan perhitungan kebutuhan secara menyeluruh dan matang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]