“Integritas aparatur itu kunci. Tanpa pengawasan yang kuat, pelayanan tidak akan maksimal. Saya yakin Dirjen yang baru mampu membangun sistem yang bersih dan profesional,” katanya.
Dalam pandangan strategisnya, Tohom juga menyinggung peran imigrasi dalam konteks global.
Baca Juga:
Pemalsuan Paspor, Imigrasi Jakpus Tangkap WN Pakistan
“Imigrasi hari ini bukan hanya soal keluar-masuk orang, tapi juga menyangkut kedaulatan negara, investasi, hingga perlindungan WNI di luar negeri. Ini harus dikelola dengan visi besar dan keberanian mengambil keputusan,” ujarnya.
Ia turut mendorong penguatan kolaborasi lintas lembaga.
“Saya mendorong agar sinergi dengan aparat penegak hukum dan lembaga internasional diperkuat, terutama untuk menghadapi kejahatan lintas negara seperti perdagangan manusia dan penyalahgunaan izin tinggal,” tambahnya.
Baca Juga:
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Muara Enim Panen Raya Serentak Pemasyarakatan
Menurutnya, pelantikan ini harus menjadi momentum perubahan.
“Ini adalah momentum untuk melakukan lompatan besar dalam reformasi birokrasi imigrasi yang benar-benar berpihak pada kepentingan publik,” tutup Tohom.
Sebelumnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto resmi melantik Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 187/TPA Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.