Jokowi juga mengaku memiliki informasi lengkap dari Intelijen soal situasi dan arah politik partai-partai.
"Saya tahu dalamnya partai seperti apa, saya tahu. Partai-partai seperti apa saya tahu, ingin menuju ke mana saya juga ngerti," kata Jokowi.
Baca Juga:
Di WTO, RI Berhasil Buktikan Tindakan Diskriminasi Uni Eropa atas Minyak Sawit dan Biofuel Berbahan Baku Kelapa Sawit
Ia kemudian menyinggung tahun 2024 menjadi tahun penting bagi Indonesia untuk melompat menjadi negara maju. Namun untuk bisa ke sana, Jokowi mengatakan semua sangat tergantung pada kepemimpinan.
"Jadi informasi yang saya terima komplet. Dari intelijen saya ada BIN, dari intelijen di Polri ada, dari intelijen di TNI saya punya, dan informasi-informasi di luar itu," kata dia.
Ingin BUMN kuasai baterai listrik
Baca Juga:
RI Menang di WTO - Eropa Kalah, Dunia Harus Akui Biodiesel Kelapa Sawit Indonesia
Jokowi juga menginginkan agar BUMN mampu menguasai industri baterai listrik. Keinginan itu tak lepas dari melimpahnya cadangan tembaga yang dapat menjadi bahan baku pembuat baterai untuk mobil listrik.
Jokowi mengatakan Indonesia bakal memiliki smelter tembaga yang berkapasitas besar di dua daerah, yakni Gresik di Jawa Timur dan Sumbawa di NTB.
"Setiap hal-hal yang strategis saya minta BUMN harus ada di situ. Tidak apa-apa 5 persen dulu, 10 persen, 15 persen, minimal ada di situ," kata Jokowi.