“Perlindungan terhadap penghasilan, kepastian hubungan kerja, dan jaminan sosial bagi pengemudi layanan transportasi online menjadi penting karena sektor digital kini menjadi penopang ekonomi banyak keluarga,” ucap Puan.
Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang dirancang pemerintah seharusnya bermuara pada terciptanya rasa aman bagi masyarakat pekerja, terutama terkait masa depan mereka dan keluarganya.
Baca Juga:
Satgas PHK Dibentuk, Pemerintah Siap Intervensi Perusahaan Demi Jaga Lapangan Kerja
“Karena ketika ketidakpastian kerja meningkat, tekanan sosial akan jauh lebih cepat dirasakan di tingkat keluarga. Ini tentang kebutuhan pokok rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan berbagai kebutuhan hidup lain,” tegas Puan.
Dalam pernyataannya, Puan juga menyinggung dua peristiwa yang belakangan menjadi perhatian publik, yakni kecelakaan kereta api di Bekasi Timur serta kasus kekerasan terhadap anak di tempat penitipan anak (daycare) di Yogyakarta.
Kedua peristiwa tersebut dinilai mencerminkan tantangan yang dihadapi para pekerja dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:
Seleksi Aktivis HAM oleh Pemerintah Dinilai Berpotensi Bungkam Kritik Publik
“Dalam sepekan terakhir, kita melihat berbagai potret memilukan yang dihadapi pekerja. Kecelakaan kereta baru-baru ini dialami oleh mayoritas pekerja saat hendak pulang ke rumah,” kata Puan.
“Lalu kasus kekerasan pada Daycare, ini juga menjadi keprihatinan kita bersama karena tempat penitipan anak kita ketahui sekarang menjadi alternatif pengasuhan bagi orangtua pekerja,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Puan mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas publik yang menunjang kehidupan pekerja, mulai dari aspek keamanan transportasi hingga kenyamanan layanan domestik seperti penitipan anak.