WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.
Kondisi yang semakin mengkhawatirkan dinilai membutuhkan respons cepat, tidak hanya untuk memadamkan titik api, tetapi juga melindungi masyarakat dari dampak yang ditimbulkan.
Baca Juga:
Hasil Muscab Taekwondo Karo, Wabup Karo Terpilih Sebagai Ketua Masa Bakti 2024-2028
Puan menilai meningkatnya jumlah titik panas atau hotspot harus menjadi peringatan bagi Pemerintah agar segera memperkuat operasi penanganan di wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Upaya pencegahan juga dinilai penting agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
“Lonjakan titik panas Karhutla harus diperlakukan sebagai situasi yang membutuhkan intervensi cepat. Kondisi Karhutla yang semakin parah, terutama di Kalimantan, harus segera diatasi,” kata Puan, Sabtu (22/8/2026).
Baca Juga:
Bupati Tapteng dan Ketua Pengadilan Tinggi Medan Ramah Tamah di Pandan
Berdasarkan laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebaran hotspot di Kalimantan masih menunjukkan angka yang cukup tinggi. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 767 titik.
Selanjutnya Kalimantan Barat dengan 560 titik, kemudian Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur yang masing-masing mencatat 74 titik. Sementara Kalimantan Utara terdapat tiga titik panas.
Jika dijumlahkan, sebaran tersebut mencapai 1.478 titik panas di seluruh wilayah Kalimantan.