Puan meminta agar seluruh petugas mendapatkan perlengkapan keselamatan yang sesuai dengan kondisi medan dan risiko yang mereka hadapi.
“Termasuk bagi petugas di lapangan agar diberikan perlengkapan yang memadai dan kebutuhan alat pelindung diri serta safety tools seperti baju tahan api, helm khusus, kacamata pelindung, masker respirator, sarung tangan tahan panas, serta sepatu bot lapangan,” paparnya.
Baca Juga:
Hasil Muscab Taekwondo Karo, Wabup Karo Terpilih Sebagai Ketua Masa Bakti 2024-2028
“Ini untuk melindungi petugas dari kobaran api, panas ekstrem, dan asap pekat di lapangan. Kondisi Karhutla di Kalimantan sudah sangat mengkhawatirkan sehingga intervensi pemadaman titik api harus cepat dilakukan, dan dengan cara efektif,” lanjut Puan.
Selain fokus pada pemadaman, Puan meminta Pemerintah segera memetakan dampak Karhutla terhadap masyarakat.
Pemantauan kualitas udara harus dilakukan secara rutin agar Pemerintah dapat menentukan langkah perlindungan yang sesuai dengan tingkat risiko di masing-masing wilayah.
Baca Juga:
Bupati Tapteng dan Ketua Pengadilan Tinggi Medan Ramah Tamah di Pandan
“Perlindungan terhadap masyarakat harus sama besarnya dengan intervensi pemadaman Karhutla. Pemerintah harus selalu mengecek kualitas udara di setiap daerah terdampak,” jelasnya.
Puan juga mendorong adanya langkah khusus apabila kualitas udara telah mencapai tingkat yang membahayakan.
Masyarakat dapat diminta mengurangi atau menghentikan sementara aktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan asap, terutama bagi kelompok rentan.