Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya pengawasan dalam penggunaan dana APBN agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fasilitas, tetapi juga oleh tingkat partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkannya.
Baca Juga:
Target 380 Ribu Anak, Vaksin Campak di Banten Terkendala Penolakan
“Jangan sampai fasilitas sudah dibangun dengan anggaran negara, tetapi tidak dimanfaatkan atau tidak dirawat. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegas Legislator Dapil Nusa Tenggara Barat II.
Sari juga mendorong pemerintah daerah bersama kelompok masyarakat untuk aktif memastikan keberlanjutan program melalui edukasi yang berkesinambungan serta penguatan kesadaran kolektif akan pentingnya sanitasi.
Dengan langkah tersebut, ia berharap angka penyakit berbasis lingkungan dapat ditekan secara signifikan, sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.
Baca Juga:
Kemenkes Ajak Media Perangi Disinformasi Demi Sukseskan Imunisasi
Menurutnya, penyaluran bantuan Sanimas ini menjadi bukti bahwa efektivitas APBN tidak semata diukur dari besarnya anggaran yang digelontorkan, tetapi dari sejauh mana dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pemenuhan kebutuhan dasar seperti akses sanitasi layak, lanjutnya, merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.