Usai pertemuan, dalam konferensi pers, Dasco menegaskan bahwa DPR RI menerima seluruh aspirasi yang disampaikan kelompok buruh.
Ia memastikan bahwa lembaga legislatif akan menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sesuai dengan mekanisme yang berlaku, baik melalui fungsi legislasi, pengawasan, maupun penganggaran.
Baca Juga:
DPR Kaji Pembentukan Badan Pelaksana Reforma Agraria, Fokus Penyelesaian Konflik Komunal
DPR juga akan melanjutkan pembahasan terhadap berbagai isu ketenagakerjaan yang telah disampaikan sebelumnya guna menghasilkan kebijakan yang lebih berpihak kepada pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan dunia usaha.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, serta Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari dan Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni.
Sementara dari pihak buruh, hadir Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat yang terdiri dari berbagai organisasi, di antaranya Konfederasi KASBI, FSBMM, Sindikasi Pekerja Media dan Industri Kreatif, FSBM, KSN, Serikat Pekerja Kampus, serta perwakilan pekerja sektor medis dan kesehatan.
Baca Juga:
Puan Dukung Permenaker Outsourcing 2026, Tekankan Perlindungan Pekerja Harus Diperkuat
Selain itu, sejumlah elemen masyarakat sipil juga turut bergabung, seperti KPBI, Konsorsium Pembaruan Agraria dari kalangan petani, mahasiswa dari LMID, SMI, dan SEMPRO, serta organisasi masyarakat sipil lainnya seperti YLBHI, LBH Jakarta, KontraS, WALHI, dan Greenpeace.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]