WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kejadian kekerasan terhadap anak di lingkungan penitipan justru memicu keprihatinan mendalam dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang menilai peristiwa tersebut mencederai rasa aman yang seharusnya dimiliki anak-anak.
Kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha dinilai sulit dipahami karena terjadi di tempat yang semestinya menjadi ruang perlindungan bagi anak-anak.
Baca Juga:
Puan Maharani Soroti Kasus Kekerasan Daycare di Yogyakarta, Desak Pengawasan Diperketat
Menurut Sultan, peristiwa tersebut tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga menjadi alarm serius agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Ya, dalam arti kalau itu ilegal, saya tidak mau terulang kejadian yang sangat meresahkan,” ujarnya pada Rabu (29/4/2026).
Ia juga menyoroti fakta bahwa para pelaku dalam kasus tersebut merupakan perempuan, yang secara naluriah identik dengan peran pengasuh anak.
Baca Juga:
13 Tersangka Terungkap, Polisi Dalami Keterlibatan Hakim di Kasus Daycare Yogyakarta
“Yang saya heran itu, justru kekerasan itu dilakukan oleh ibu-ibu,” lanjutnya.
Kondisi ini membuat Sultan mempertanyakan latar belakang serta motif para pelaku yang dinilai bertentangan dengan nilai dasar pengasuhan.
“Emangnya dia tidak punya anak? Memperlakukan anak-anak di bawah umur seperti itu, saya nggak mengerti mereka itu siapa,” tambahnya.