Sarifah menegaskan bahwa hubungan dengan masyarakat tidak seharusnya dibangun hanya saat momen politik seperti pemilu.
Ia meyakini bahwa ketulusan, konsistensi kehadiran, dan aksi nyata jauh lebih penting dibandingkan sekadar janji atau pencitraan.
Baca Juga:
Program Bedah Rumah Diperkuat, DPR Dorong Perbaikan 400 Ribu RTLH per Tahun
Oleh karena itu, setiap program dan bantuan yang ia perjuangkan tidak pernah ia niatkan sebagai alat untuk meraih dukungan politik.
“Saya memang tidak menjemput mereka memilih. Tapi bagian dari keluarga besar SAJ,” katanya sambil tersenyum.
Selama kunjungan reses di berbagai titik, Sarifah mengaku menemukan pola yang sama di tengah masyarakat.
Baca Juga:
Esti Wijayanti Ingatkan Negara: Tak Boleh Ada Anak Indonesia Putus Sekolah
Menurutnya, warga tidak menuntut hal yang berlebihan. Mereka hanya ingin didengar, diperhatikan, dan merasakan kehadiran nyata dari wakil yang mereka pilih.
Kehadiran langsung tersebut menjadi bentuk penghargaan tersendiri bagi masyarakat.
“Kalau saya sih, sebenarnya kalau masyarakat itu juga mereka tuh nggak muluk-muluk ya. Ketika kita mau turun langsung, bertemu langsung, mereka tuh kan pasti bisa melihat oh mana yang tulus, mana yang benar-benar berjuang,” jelas Anggota Komisi I DPR RI itu.