Veronica pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk gereja dari berbagai denominasi, untuk bersama-sama memperluas upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Baca Juga:
Kemen PPPA dan BPIP Perkuat Kolaborasi Dorong Pemberdayaan Perempuan Berbasis Nilai Pancasila
“Sekitar 800-an gereja dari berbagai denominasi yang ada untuk menjadikan keluarga (ekklesia domestika) sebagai alat utama. Saya ingin keluarga menjadi wadah utama untuk memberikan mimpi yang sama dan perlindungan nyata kepada anak-anak mereka," ujar Wamen PPPA.
Sementara itu, Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Olivia Wuwung, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Wamen PPPA dalam forum nasional tersebut.
Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam kegiatan pastoral menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya penguatan keluarga dan perlindungan kelompok rentan.
Baca Juga:
Kemen PPPA Sambut Regulasi Baru Komdigi untuk Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
"Kami meyakini bahwa pelayanan pastoral masa kini bukan lagi hanya urusan spiritual semata. Oleh karena itu, tema yang diangkat hari ini menjadi sangat penting bagi panggilan moral, sosial, dan akademik yang harus kita perjuangkan bersama-sama," ujar Olivia Wuwung.
Mengusung tema “Pastoral dan Ekklesia Domestika: Penguatan Pastoral Keluarga untuk Perwujudan Peran Gereja bagi Bangsa”, Konpasnas 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam membangun keluarga yang tangguh.
Forum ini juga diharapkan mampu menghasilkan berbagai gagasan dan langkah konkret untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan serta anak di seluruh Indonesia.