Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa diskusi dalam audiensi juga menyinggung potensi disrupsi di sektor ketenagakerjaan akibat perkembangan AI, termasuk strategi mitigasi yang perlu disiapkan sejak dini agar dampak negatif dapat diminimalkan.
Sebagai langkah konkret, Merapi National Economic Forum telah merancang berbagai program edukasi yang menyasar kalangan akademisi hingga masyarakat umum.
Baca Juga:
Soal Dokumen Kesetaraan Ijazah Gibran, Kemendikdasmen: Informasi Publik yang Dikecualikan
Program tersebut meliputi kegiatan perkuliahan, seminar, hingga talkshow interaktif yang membahas pemanfaatan AI secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.
“Sekarang kita ingin memberi program edukasi di beberapa kuliah, dan program-program talkshow tentang AI, di mana kita mendiskusikan cara untuk menanggulangi risiko-risiko yang sudah saya mention (sebutkan) tadi,” tandasnya.
Audiensi ini mencerminkan komitmen kuat Wapres dalam mendukung berbagai inisiatif peningkatan literasi AI yang inklusif dan merata.
Baca Juga:
Prabowo Terima Laporan Wapres Gibran Usai Hadiri KTT G20 di Johannesburg
Pemerintah menilai, penguatan pemahaman masyarakat terhadap teknologi digital tidak hanya penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga untuk memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara luas sekaligus mengurangi potensi risiko yang menyertainya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Koordinator External Affairs Azki Muhammad Herdin, Cheinya Maharani Amir, serta jajaran pengurus Merapi National Economic Forum 2026 lainnya yang ikut membahas arah pengembangan program ke depan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.