Secara formal, pengawasan terhadap APBN melibatkan berbagai institusi. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kedalaman pemeriksaan.
Jika pengawasan hanya berfokus pada kelengkapan administratif tanpa menggali substansi, maka hasil yang diperoleh sebatas kepatuhan prosedural, bukan akuntabilitas yang sesungguhnya.
Baca Juga:
BGN: Lebih dari 16.000 SPPG Kantongi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi
Dalam kasus MBG, kekhawatiran muncul ketika pengawasan dinilai belum cukup tajam untuk mengidentifikasi akar persoalan secara menyeluruh.
Antara Kelemahan Manajemen dan Masalah Sistemik
Terdapat dua kemungkinan yang dapat menjelaskan kondisi ini. Pertama, inefisiensi terjadi akibat kelemahan dalam perencanaan dan manajemen program.
Baca Juga:
Wabup Toba Kunjungi SD 177679 Panamean, Hingga Saat ini Belum Pernah Menerima MBG
Kedua, terdapat struktur yang secara sistematis memungkinkan aliran anggaran besar berlangsung tanpa kontrol optimal.
Jika yang terjadi adalah kemungkinan kedua, maka persoalannya menjadi lebih serius, karena menyangkut potensi masalah yang bersifat sistemik.
Transparansi sebagai Kunci