Menurut Savitt, Musk menggugat setelah gagal mengambil alih arah OpenAI. Pada 2023, Musk kemudian mendirikan perusahaan AI sendiri, xAI.
Dalam persidangan ini, Musk menuntut ganti rugi hingga US$150 miliar dari OpenAI dan investor utamanya, Microsoft. Ia juga meminta OpenAI kembali menjadi organisasi nirlaba serta mencopot CEO Sam Altman dan Presiden Greg Brockman dari jabatan mereka.
Baca Juga:
Penuh Kebersamaan, Peringatan May Day 2026 di Jambi Berlangsung Aman dan Kondusif
Sidang juga diwarnai teguran hakim terhadap Musk terkait unggahan media sosialnya yang menyerang Altman. Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers meminta Musk mengendalikan penggunaan media sosial selama proses persidangan berlangsung. Musk dan Altman sama-sama menyatakan akan mengurangi aktivitas mereka.
Musk dan Altman mendirikan OpenAI pada 2015 dengan tujuan mengembangkan AI untuk kepentingan umat manusia dan menghadapi pesaing seperti Google.
Persidangan ini sekaligus membuka gambaran tentang ego dan karakter yang membentuk OpenAI sejak berkembang dari laboratorium riset nirlaba di apartemen Brockman hingga menjadi perusahaan bernilai lebih dari US$850 miliar.
Baca Juga:
Dunia Siap-Siap! OpenAI Prediksi Lompatan AI Lebih Cepat dari Dugaan
OpenAI juga menghadapi persaingan dari rival seperti Anthropic dan menghabiskan miliaran dolar untuk sumber daya komputasi. IPO potensial dapat menilai perusahaan hingga US$1 triliun.
xAI milik Musk masih tertinggal jauh dalam penggunaan dibanding OpenAI. Bisnis tersebut kini digabungkan ke SpaceX, yang juga mempertimbangkan IPO tahun ini.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.