Kenaikan suhu bumi ini bukan hanya berdampak pada pencairan es, tetapi juga berkontribusi terhadap berbagai masalah ekonomi, lingkungan, dan sosial di seluruh dunia.
Menurut Stefan Uhlenbrook, Direktur Air dan Kriosfer di Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), saat ini masih terdapat sekitar 275.000 gletser di seluruh dunia.
Baca Juga:
Hadapi Risiko Energi Global, PLN Watch Dukung Strategi Energi Bersih Nasional
Gletser ini, bersama lapisan es di Antartika dan Greenland, menyimpan sekitar 70% air tawar dunia. Namun, tanpa langkah mitigasi yang serius, sumber daya air ini semakin terancam.
Ancaman bagi Masyarakat Pegunungan
Sekitar 1,1 miliar orang yang tinggal di komunitas pegunungan menghadapi dampak langsung dari pencairan gletser.
Baca Juga:
Resolusi Pelayaran Hormuz Gagal, Rusia dan Cina Gunakan Hak Veto
Selain meningkatnya risiko bencana alam seperti longsor dan banjir bandang, mereka juga mengalami ketidakpastian dalam pasokan air tawar.
Medan yang sulit dan lokasi terpencil semakin memperumit upaya mitigasi dan adaptasi di wilayah-wilayah tersebut.
Pemanasan global juga memperparah kekeringan di daerah yang bergantung pada lapisan salju sebagai sumber utama air tawar.