Mekanisme perlindungan termal pun berulang kali aktif sehingga keluaran daya menjadi tidak stabil.
“Kalau suhu charger sudah di atas 80 derajat Celsius, itu tanda komponen internal bekerja di luar batas aman dan berisiko merusak perangkat maupun memicu korsleting,” ujar Rudi Hartono, teknisi servis ponsel dan laptop.
Baca Juga:
Debut Manis Neymar di Piala Dunia 2026, Air Mata Haru Warnai Comeback
Menurut Rudi, charger murah seperti ini masih bisa dipakai untuk kebutuhan ringan, tetapi tidak ideal untuk penggunaan jangka panjang atau untuk mengisi daya perangkat berdaya besar.
“Secara kasat mata memang terlihat normal, tetapi kualitas pendinginan dan komponen elektronik di dalamnya sering kali tidak sebanding dengan klaim dayanya,” katanya.
Dengan harga di bawah 50 yuan atau sekitar USD 7,50, charger ini memang menawarkan solusi ekonomis bagi pengguna yang ingin menikmati pengisian cepat.
Baca Juga:
Cerita Bahlil 10 Hari Terakhir Urus Batu Bara, Sampai Merangkap PM PLN
Namun, risiko utamanya terletak pada kestabilan performa dan sistem pembuangan panas yang kurang memadai.
Dalam kondisi ekstrem, panas berlebih berpotensi memicu kebakaran atau bahkan ledakan.
Karena itu, konsumen disarankan lebih berhati-hati dan tidak hanya tergiur harga murah saat memilih charger untuk perangkat elektronik mereka.