“Otak memang terus memindai lingkungan dan sering kali bekerja lebih cepat daripada kesadaran kita,” kata Yeni.
Meski umumnya tergolong normal, merinding tetap perlu diwaspadai apabila muncul berulang kali tanpa pemicu yang jelas.
Baca Juga:
MK Soroti Kuota Internet Hangus, Operator Seluler Harus Buktikan Komitmen Rollover
Kewaspadaan perlu ditingkatkan jika merinding muncul bersamaan dengan pusing, jantung berdebar, keringat berlebih, nyeri kepala mendadak, atau keluhan tubuh lain yang terasa tidak biasa.
Dalam kondisi seperti itu, pemeriksaan medis dapat membantu memastikan apakah ada gangguan saraf, gangguan kecemasan, atau faktor kesehatan lain yang perlu ditangani.
Yeni mengingatkan masyarakat agar tidak buru-buru mengaitkan merinding dengan hal mistis karena tubuh manusia memiliki sistem saraf yang sangat kompleks.
Baca Juga:
Trump Mulai Jengkel ke Netanyahu, Sebut Israel Bisa Gagalkan Damai AS-Iran
“Merinding bukan tanda otak mendeteksi sesuatu yang tak terlihat,” ujar Yeni.
Ia menyebut fenomena tersebut justru memperlihatkan kecanggihan sistem saraf manusia dalam merespons emosi dan perubahan lingkungan.
“Justru fenomena ini menunjukkan betapa canggihnya sistem saraf manusia dalam merespons emosi dan lingkungan sekitar,” kata Yeni.