Febrie kemudian melaporkan kejadian ini kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin. ST Burhanuddin lantas menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Setelah komunikasi antara pimpinan penegak hukum itu, anggota Densus 88 tersebut akhirnya dijemput oleh Paminal Polri. Namun, seluruh data di telepon selulernya telah disita oleh tim Jampidsus.
Baca Juga:
Batas Pensiun Kapolri Mendadak Diubah, Kini Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden
Dua orang yang mengetahui peristiwa itu menceritakan kronologinya kepada Tempo. Disebutkan, kejadian ini terjadi sekitar pukul 20.00 atau 21.00 WIB.
Saat itu, Febrie Adriansyah menyambangi restoran tersebut untuk makan malam bersama satu ajudan dan motor patwal Polisi Militer.
Kedatangan Febrie kemudian disusul oleh dua orang yang diduga anggota Densus 88. Mereka berpakaian santai dan datang dengan jalan kaki.
Baca Juga:
Togel AJ Berkuasa Bertahun-Tahun di 4 Kecamatan, Polrestabes Medan Tak Mampu Atau Tak Mau Bertindak?
Di restoran itu, Febrie berada di sebuah ruangan VIP di lantai dua dengan dinding kaca.
Salah seorang dari anggota Densus 88 itu lalu disebut meminta meja di lantai dua dengan alasan ingin merokok. Namun, pria tersebut selalu mengenakan masker.
Pria yang kemudian diketahui anggota Densus 88 itu tetap mengenakan masker dan hanya sesekali menyesap rokok.