Namun, ia menaruh perhatian saat closing statement ketika Prabowo menyampaikan permintaan maaf ke Anies dan Ganjar. Ia bilang cara Prabowo itu tulus.
"Yes, Anda boleh hina. Tetapi, seorang yang angkuh dan tiba-tiba menundukkan kepala serius mengatakan saya minta maaf mengatakan kepada Pak Anies. Itu soalnya," jelas Rocky.
Baca Juga:
Murka di Hadapan Rocky Gerung, Inilah Profil Silfester Matutina
Rocky menyinggung bahwa publik paham keinginan Prabowo menang dalam satu putaran di Pilpres 2024. Di debat sebelumnya, Prabowo juga disorot karena emosinya.
"Tapi, dia tahu publik menyoroti dia dalam dimensi emosi. Kesejukan ada pada Prabowo, kecerdasan ada pada Anies, Ganjar keangkuhan," ujar Rocky.
Lebih lanjut, dia heran dengan closing statement dari Ganjar. Dia menduga capres PDIP itu melontarkan kalimat yang ditujukan khusus untuk Prabowo.
Baca Juga:
Viral Debat Panas Rocky Gerung Vs Silfester Matutina di Layar Kaca
"Jangan pilih seseorang yang pernah membunuh, melanggar hak asasi manusia. Gak ada hak sedikit pun. Ganjar bicara itu!" ujarnya.
Menurut dia, yang boleh bicara itu adalah mahasiswa seperti misalnya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Gielbran Muhammad Noor.
"Gielbran di UGM. Mahasiswa boleh bicara itu. Apa Ganjar? Ganjar bagian dari orang yang mengelu-elukan Prabowo ketika Megawati mengangkat Prabowo jadi Wakil Presiden," tutur Rocky.