WahanaNews.co, Medan - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengklaim arah dukungan Jokowi terhadap para calon presiden dan wakil presiden yang bertarung di Pilpres 2024 sebenarnya sudah jelas.
"Ya sudah gaharu Cendana pula sudah tahu bertanya pula," pungkasnya Airlangga Hartarto usai acara Konsolidasi Partai Golkar Sumatera Regional I, Jumat (26/1/2024) malam.
Baca Juga:
Musda Golkar Jambi Diundur ke 6–7 September karena Agenda Mendadak Ketum Bahlil Lahadalia
Ia mengatakan dukungan itu adalah hak presiden. Termasuk dalam mengkampanyekan dukungan dan memihak dalam pemilihan presiden.
Ia menjelaskan keberpihakan presiden pada masa Pilpres telah dijamin oleh konstitusi dan Undang-undang Pemilu.
Airlangga Bela Jokowi Berpihak, Bandingkan Sama dengan PNI Soekarno
Baca Juga:
DPR Didesak Selesaikan Usulan Pemakzulan Gibran, Golkar: Biar Tak Digoreng-goreng Terus
Dengan aturan itu katanya, presiden tidak dilarang untuk memihak dan berkampanye selama masa pemilihan presiden (pilpres) selama berpedoman pada aturan kampanye, serta tidak menggunakan fasilitas negara menuai polemik.
"Pertama mengenai keberpihakan presiden itu kan dijamin oleh konstitusi dan UU pemilu. Dan itu bukan hal baru," katanya, melansir CNN Indonesia.
Airlangga memaparkan keberpihakan presiden juga bukan hal baru di Indonesia. Sebab dalam sejarah, tambahnya, para pemimpin terdahulu juga telah berpihak.