Apalagi kata Habiburokhman dulunya Mahfud MD adalah Menko Polhukam yang merupakan wakil pemerintah dalam pembahasan UU di UU.
"Jangan-jangan itu rencana jahat beliau waktu itu, begitu," kata Habiburokhman.
Baca Juga:
Gubernur Diminta Evaluasi Kinerja Kepala UP Terminal dan Jalan DKI Jakarta
Sementara Bendahara Umum (Bendum) Partai Nasdem Ahmad Sahroni tidak sependapat dengan pernyataan Habiburokhman yang menduga ada rencana jahat Mahfud MD.
"Enggaklah Bib. Kita juga tidak berpikir secara negatif kepada Prof Mahfud, sekalipun yang bersangkutan sudah tidak lagi menjabat Menko Polhukam, tapi kita gak bisa tuduh seseorang merusak dalam suasana demokrasi ini," kata Sahroni.
"Yang sekarang existing misalnya, Nasdem dari awal menolak apa yang akan diajukan terkait dengan RUU DKJ sekarang dan kita berharap demokrasi ini jangan pudar. Jangan rusak gara-gara sekelompok orang ingin melakukan sesuatu yang akhirnya demokrasinya terancam," ujar Sahroni
Baca Juga:
KPU Tetapkan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Jakarta pada Kamis
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.