Oleh karena itu, Kapolri menekankan kepada jajaran untuk mengawal dan mendukung dengan maksimal program pemerintah tersebut.
"Kehadiran cepat pasukan Brimob Polri diperlukan untuk menghentikan konflik dan mencegah terjadinya konflik lanjutan," ujar dia.
Baca Juga:
Wakapolda Sulut Imbau Warga Serahkan Kasus Penembakan di Tambang Ratatotok
Selain itu, dia berpesan bahwa penanganan konflik dan huru-hara anarkistis harus memperhatikan asas legalitas, proporsionalitas, nesesitas, dan akuntabilitas serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Kapolri mengingatkan bahwa tahun ini Indonesia akan menjadi tuan rumah beberapa event internasional maupun nasional.
Di antaranya, rangkaian Presidensi G20, GPDRR, COP-4 Minamata, MotoGP, dan WSBK Mandalika.
Baca Juga:
Oknum Brimob Diduga Tembak Penambang Hingga Tewas di Sulut, Wakapolda Klaim Sudah Minta Maaf
Dia menekankan keberhasilan pengamanan kegiatan tersebut tentunya akan meningkatkan reputasi dan tingkat kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia.
"Jangan ada gangguan keamanan sekecil apa pun, terlebih yang dapat menarik perhatian dunia. Jaga wibawa bangsa Indonesia sebagai tuan rumah dan tunjukkan bahwa Indonesia aman untuk dikunjungi," kata Jenderal Listyo. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.