Modus yang diselidiki penyidik mencakup dugaan penerimaan fee proyek yang melibatkan pejabat teknis pemerintah daerah serta pihak swasta rekanan.
Operasi tangkap tangan tersebut turut menghasilkan penyitaan barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan langsung dengan proyek-proyek yang sedang berjalan.
Baca Juga:
Kasus Suap, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kemeterian ESDM Diperiksa KPK
Selain Maidi, KPK juga memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Madiun Thariq Megah serta seorang pihak swasta yang disebut memiliki kedekatan khusus dengan wali kota.
Dari total 15 orang yang sempat diamankan dalam OTT, sembilan di antaranya dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK.
Maidi tiba di Gedung KPK pada Senin malam sekitar pukul 22.36 WIB setelah diterbangkan dari Bandara Juanda menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Baca Juga:
Bukan Cuma Uang, Sidang Suap Bea Cukai Ungkap Fasilitas Karaoke Rp40 Juta
Saat tiba, Maidi terlihat mengenakan busana serba biru lengkap dengan topi dan tas besar ketika turun dari kendaraan menuju lobi gedung antirasuah.
Meski telah berstatus tersangka, Maidi tampak santai dan sempat tersenyum ke arah kamera awak media.
“Saya tidak pernah lelah membangun Kota Madiun,” ucap Maidi singkat saat dimintai tanggapan oleh wartawan.