“Bulan ini saya berapa miliar saya bayar pajak PPN dan itu akan dipakai oleh negara antara lain membayar gajimu untuk mengisi perutmu,” tegas Hotman.
Ia kembali menegaskan bahwa kondisi korban menurutnya sudah sangat jelas menunjukkan penderitaan berat.
Baca Juga:
Lima Peserta Meninggal, DPR Desak Kemenhan Hentikan Sementara Latsarmil Kopdes
“Benar-benar. Masa bukan penyiksaan? bibirnya disayat, digunting, kepalanya penuh luka, penuh belatung, penuh infeksi, dikunci berhari-hari, berbulan-bulan,” tegas Hotman.
Hotman juga tidak menutupi kemarahannya terhadap pernyataan yang dinilainya tidak pantas tersebut.
“Benar-benar kalau saya ketemu kamu, gua enggak tahu gua ngapain nih. Gua marah benar sama kamu. Marah benar,” lanjut Hotman.
Baca Juga:
PLN Watch Dorong Sistem Digital Pengawasan Batubara, Kadar Kalori PLTU Tak Boleh Dimainkan
Akibat pernyataan itu, Hotman mendesak DPR RI hingga Presiden Prabowo Subianto mengambil tindakan tegas terhadap pejabat Komnas Perempuan terkait.
“Halo, DPR. Mohon segera ini pejabat segera dipanggil hari Senin. Halo, Bapak Presiden, ini Komnas Perempuan dipecat. Sangat tidak pantas. Padahal tugas dia kan melindungi perempuan. Bapak Presiden, Bapak Presiden Prabowo pecat ini orang,” tegas Hotman.
Sementara itu, kepolisian mengungkap sejumlah dugaan kekejaman yang dialami korban dalam kasus tersebut.