Pasalnya, kata Arief, kampanye Pilkada
DKI Jakarta akan jadi magnet yang akan menyedot
perhatian nasional.
"Anies akan diuntungkan untuk
popularitasnya, apalagi jika sampai menang,"
tuturnya.
Baca Juga:
59 Pejabat Dilantik, Pramono Anung Tata Birokrasi DKI Jakarta
Di sisi lain, pengamat politik dan
Direktur IndoStrategi, Arif Nurul Imam, menilai, pendapat Arief Poyuono itu bisa saja benar.
"Anies Baswedan hanya bisa
disaingi oleh Gibran, bisa saja benar," kata Arif,
Rabu (10/2/2021).
Arif menyebut sejumlah faktor yang
membuat Anies Baswedan bertarung kembali di Pilkada DKI Jakarta.
Baca Juga:
Blunder Lidah Ahmad Dhani Berujung Sidang Etik, MKD: Harus Minta Maaf
Selain berstatus Gubernur DKI Jakarta,
kata Arif, Anies juga memiliki elektabilitas yang tinggi dalam bursa Capres maupun Pilkada DKI berikutnya.
"Itu sebabnya, penantang yang
sepadan boleh jadi, antara lain, Gibran, Wali Kota Solo, yang notabene-nya anak Presiden," kata Arif.
Diakui atau tidak, kata Arif, Anies
hari ini memiliki modal politik besar untuk bertarung di gelanggang elektoral, baik Pilkada dan Pilpres.