Ia menilai kasus tersebut menjadi perhatian serius karena melibatkan aparat penegak hukum yang semestinya menegakkan hukum.
"Kami dari Fraksi Partai Golkar sangat menyayangkan dan juga sangat mengecam, ternyata di antara aparat penegak hukum ada yang berperilaku sebaliknya. Ini dari Partai Golkar kita minta untuk diusut tuntas," kata Rikwanto.
Baca Juga:
Pengamanan TNI Dicabut, Kejagung Bantah Isu Febrie Adriansyah Berada di Luar Negeri
Rikwanto menduga masih terdapat sejumlah lokasi persembunyian harta yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi dan belum berhasil diungkap oleh penyidik.
"Kita duga masih banyak tempat-tempat persembunyian dari harta-harta yang tidak jelas, yang diduga hasil daripada kejahatan ini untuk diungkap," sambungnya.
Dalam perkara ini, Febrie Adriansyah telah berstatus tersangka terkait dugaan korupsi batu bara, PT ASABRI, dan Krakatau Steel.
Baca Juga:
Bertahap, Polri Limpahkan Berkas Perkara Korupsi Batu Bara-Asabri- Jiwasraya ke Kejagung
Febrie juga mengakui rumah pribadinya di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang sebelumnya digeledah aparat kepolisian merupakan miliknya.
Dari penggeledahan di rumah tersebut, penyidik menemukan barang bukti berupa 74 kilogram emas serta uang tunai senilai ratusan miliar rupiah yang tersimpan di dalam brankas.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.