Penerapan Ground Cover Management juga efektif dalam menghadapi dampak
negatif terjadinya El Nino, sehingga walaupun musim kering menerjang, produktivitas
kebun tetap terjaga.
Sebetulnya, penerapan Ground Cover Management ialah salah
satunya untuk mencapai terwujudnya gawangan yang ditumbuhi dengan gulma yang
berguna (beneficial plant) dan lunak
serta menghindari gulma beracun.
Baca Juga:
Indonesia Ajukan Penangguhan Konsesi kepada Uni Eropa di WTO terkait Sengketa Sawit
Gulma lunak yang dimaksud semisal Ageratum conyzoides, Axonopus compressus, dan Nephrolepis bisserata.
Sebab itu, mesti
dipastikan yang berkembang adalah gulma lunak yang juga memiliki fungsi sebagai
pelindung tanah sehingga kelembaban terjaga.
Baca Juga:
AS Lepas Tarif Sawit, Indonesia Panen Peluang dan Tekan Dominasi Eropa
Proses Ground Cover Management
Untuk masa Tanaman Belum Menghasilkan
(TBM), penanaman dan perawatan LCC perlu dilakukan.
Pemilihan bahan tanam Legume Cover Crop (LCC) atau kerap
disebut tanaman kacangan dapat berupa biji (seed)
atau dari stek.