Tujuan polisi itu untuk memperingatkan orang-orang agar menghindari penipuan
via webcam.
Baca Juga:
Kasus Korupsi Sertifikasi K3, Jatah Rp3 Miliar Mengalir ke Immanuel Ebenzer
Dalam video peringatan
yang diunggah polisi, para penipu mendemonstrasikan cara mereka melepaskan
payudara palsu dari tubuh mereka untuk memperlihatkan dada mereka yang memang
pria tulen.
"Menurut anda,
apa yang anda pikirkan ini adalah apa yang benar-benar Anda pikirkan?,"
kata seorang petugas polisi wanita dalam video tersebut.
Baca Juga:
Preman di Tambora Palak Pedagang Buah, Butuh Untuk Hajatan Nikah
"Para laki-laki, jangan mengobrol telanjang. Itu penipuan," lanjut
peringatan polisi.
Penipuan dengan trik
seperti itu mendapatkan ketenaran selama pandemi virus corona karena Departemen
Keamanan Umum Guangdong menerima lebih dari 9.000 keluhan pemerasan terkait
dengan apa yang disebut "obrolan telanjang" dalam enam bulan pertama
tahun 2020, dan lebih dari 2.000 korban telah telah diidentifikasi dengan
jelas.
Polisi dilaporkan
mendeteksi setidaknya 10 geng pemerasan secara terpisah, dan 86 penjahat
dilaporkan telah ditangkap. (tum)
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.