Zaenal meminta agar aplikasi yang
dibuat oleh Dinas Kominfo itu juga dapat mengkaver data terkait pengungsi
kelompok rentan tersebut.
Diketahui, dari data terakhir Balai
Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, menyebutkan bahwa aktivitas Merapi saat ini masih tinggi dengan
deformasi dari yang sebelumnya 3 meter (tahun 2006 sudah meletus), kini per
tanggal 7 Desember 2020 sudah mencapai 5 meter namun belum meletus.
Baca Juga:
Usai Lebaran, Gubernur Jateng Minta ASN Tak Kendur Layani Masyarakat
"Kita memang tidak pernah tahu
rahasia Tuhan dan Merapi itu, tetapi setidaknya kita sudah mempersiapkan
terlebih dahulu. Saya harap zero korban," tegas Zaenal.
Ia juga meminta agar dinas terkait
bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Magelang dapat meningkatkan serta menjalin
sinergitas kerjasama dalam menangani kondisi Merapi.
Menurutnya, menghadapi kondisi Merapi
ditambah lagi dengan Pandemi Covid-19 di tengahtengah masyarakat bukanlah satu
hal yang mudah. Komunikasi merupakan salah satu kunci penting untuk
berkoordinasi antara satu dinas dengan dinas lainnya.
Baca Juga:
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Sumbar, Jabar, Jateng, hingga Jatim
"Saya mengapresiasi atas dukungan
berbagai pihak baik TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan Damkar, Dinas Kesehatan, para
relawan dan unsur masyarakat lainnya yang selama ini sudah bersama-sama
mendukung Pemerintah Kabupaten Magelang dalam menangani pengungsian Merapi dan
pencegahan penyebaran Covid-19. Saya berharap sinergitas dan komunikasi ini
dapat terus berjalan dengan baik, untuk bisa bersama-sama dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat," katanya. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.