Upaya penyelesaian banjir di daerah Kranji akibat luapan Kali Cakung, menurut Herman, sudah berlangsung sejak 2008 atau masih di zaman Wali Kota Bekasi Mochtar Muhamad.
Saat itu, Pemerintah Kota Bekasi pimpinan Mochtar Muhamad sudah menggagas program pembangunan polder.
Baca Juga:
Jelang Idulfitri, Tri Adhianto Bagikan Beras dan Sarung untuk Marbot Masjid
Rencana itu lantas meredup usai Mochtar dibekuk karena kasus korupsi dan Rahmat Effendi naik dari Wakil Wali Kota menjadi Wali Kota.
”(Baru) Satu tahun sebelum Corona (pandemi Covid-19), kami dapat informasi dari kelurahan kalau mau perluas Kali Cakung dan bangun tempat penampungan air (polder),” kata Herman.
Saat itu pula, warga sering melihat aparatur dari Pemkot Bekasi melakukan pengukuran di sekitar Kali Cakung.
Baca Juga:
Viral Menginap di Hotel Saat Banjir, Istri Wali Kota Bekasi Minta Maaf
Mereka juga mendapat informasi dari pengurus wilayah kalau salah satu tanah kosong di wilayah RW 009, Kelurahan Kranji, bakal dibangun polder air.
Aji (40), warga lain di wilayah itu, mengatakan, warga sebenarnya mengusulkan agar pemerintah mengutamakan perluasan Kali Cakung.
Sebab, lebar kali yang kian menyusut menjadi salah satu penyebab terjadi luapan banjir.