"Kepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," tegas BPBD DKI Jakakepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," tegas BPBD DKI Jakarta.
Sebelumnya, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menjelaskan, terjadinya bencana pergerakan tanah pada dasarnya bukan fenomena yang berdiri sendiri, tetapi sangat erat kaitannya dengan dinamika musim hujan di Indonesia.
Baca Juga:
Longsor di Bandung Barat: 81 Warga Masih Dicari, SAR Hadapi Tanah Labil
"Indonesia memang memiliki karakter iklim dengan curah hujan tinggi dan durasi hujan yang panjang, terutama pada puncak musim hujan. Dalam kondisi seperti ini, tanah mengalami proses yang kita sebut sebagai kejenuhan air," jelasnya kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (23/2/2026).
"Air hujan meresap ke dalam lapisan tanah pelapukan yang tebal, mengisi pori-pori tanah, lalu meningkatkan tekanan air pori. Ketika tekanan air pori meningkat, kekuatan geser tanah menurun, sehingga lereng yang sebelumnya dalam kondisi kritis menjadi tidak stabil dan akhirnya bergerak," tambah Lana.
Dia menjelaskan, dari kasus pergerakan tanah di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, wilayah tersebut berada pada lereng curam 25-43° dengan litologi batu pasir yang berada di atas serpih dan napal yang kedap air. Saat hujan berlangsung lama, air tertahan di atas lapisan kedap tersebut dan membentuk bidang gelincir alami.
Baca Juga:
Menembus Gelap Aceh yang Terisolir: PLN Kembalikan Cahaya di Desa-desa Terdampak Bencana
"Hasilnya adalah gerakan tanah tipe rayapan yang berkembang cepat setelah hujan intensitas tinggi," ujarnya.
"Contoh lain juga di Desa Pabuaran, Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Di sana tanah pelapukan lempung yang tebal berada di atas batuan napal dan serpih yang kohesinya rendah saat jenuh. Walaupun lereng relatif landai, infiltrasi air yang terus-menerus selama musim hujan mempercepat rayapan tanah dan menyebabkan retakan serta amblesan signifikan," sambung Lana.