WAHANANEWS.CO, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberi dampak terhadap peningkatan permintaan daging ayam dan telur di dalam negeri.
Badan Pusat Statistik (BPS) bahkan mencatat subsektor peternakan tumbuh 11,84% seiring meningkatnya permintaan daging ayam ras dan telur untuk memenuhi kebutuhan Idulfitri dan program MBG.
Baca Juga:
Keamanan Pangan Jadi Fokus, Bappissus Ingin Program MBG Berjalan Aman dan Berkelanjutan
Meski begitu, pelaku usaha peternakan menilai kontribusi program MBG terhadap penyerapan produk ayam dan telur sejauh ini masih belum sebesar hari raya keagamaan.
Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi mengatakan, kenaikan permintaan produk peternakan memang lazim terjadi saat hari besar keagamaan seperti Idulfitri. Namun, program MBG turut memberi tambahan permintaan di pasar.
"Kenaikan permintaan disaat hari-hari besar agama, seperti Idulfitri lazim naik dan itu memang biasa persentase sebesar data BPS menurut hemat kami betul. Tetapi segera sesudah Idulfitri akan terjadi penurunan permintaan seperti tahun ini, yang berefek pada turunya harga daging ayam atau ayam di tingkat peternak. Program MBG turut berpengaruh pada naiknya permintaan," kata Sugeng melansir CNBC Indonesia, Kamis (7/5/2025).
Baca Juga:
KPK Temukan 8 Poin Tata Kelola MBG: Potensi Rente Hingga Indikator Keberhasilan Belum Ada
Ia mengakui para peternak mulai merasakan adanya tren kenaikan permintaan tersebut.
"Betul peternak terdampak atau merasakan tren kenaikan permintaan," sebutnya.
Namun demikian, Sugeng menegaskan dampak MBG terhadap penyerapan produk peternakan belum terlalu besar. Menurut dia, kontribusi program tersebut terhadap kenaikan serapan ayam dan telur masih di bawah 5%.