WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah pemerintah melalui pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam tata kelola ekspor komoditas strategis nasional, termasuk sawit.
MARTABAT Prabowo-Gibran menilai kebijakan tersebut berpotensi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan transparansi perdagangan, memperkuat pengawasan, serta melindungi kepentingan petani dan negara dari praktik-praktik perdagangan yang merugikan.
Baca Juga:
Ancaman Kematian Massal Ikan di Danau Toba, MARTABAT Prabowo-Gibran: Butuh Sistem Peringatan Dini Modern
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan pembentukan DSI perlu dipahami sebagai bagian dari upaya modernisasi tata kelola perdagangan sumber daya alam Indonesia yang selama ini menghadapi berbagai tantangan.
"Yang ingin dibangun pemerintah adalah sistem yang lebih transparan dan lebih mudah diawasi. Jika seluruh rantai ekspor dapat dipantau secara baik, maka ruang bagi praktik transfer pricing, under pricing, maupun berbagai bentuk manipulasi transaksi akan semakin sempit," kata Tohom Purba.
Menurutnya, Indonesia sebagai salah satu produsen sawit terbesar dunia memiliki kepentingan besar untuk memastikan setiap nilai ekonomi yang dihasilkan komoditas strategis benar-benar memberikan manfaat optimal bagi negara dan masyarakat.
Baca Juga:
Penguatan BUMN Pembiayaan Dinilai Strategis, MARTABAT Prabowo-Gibran: Fondasi Bank UMKM Mulai Dibangun
"Selama ini sering muncul kekhawatiran bahwa sebagian nilai ekonomi hilang karena lemahnya pengawasan terhadap transaksi perdagangan internasional. Dengan sistem yang lebih terbuka dan terdigitalisasi, potensi kebocoran dapat ditekan sehingga manfaatnya kembali kepada negara, pelaku usaha yang patuh, dan petani," ujarnya.
Tohom menilai penjelasan pemerintah bahwa DSI tidak dibentuk untuk mencari keuntungan merupakan pesan penting yang perlu dipahami publik dan pelaku usaha.
"Fokus utamanya adalah tata kelola. Ketika tata kelola menjadi lebih baik, maka iklim usaha akan semakin sehat. Perusahaan yang selama ini menjalankan usaha secara profesional tidak perlu khawatir karena justru memperoleh kepastian dan kesetaraan dalam persaingan usaha," katanya.