Ia juga melihat penggunaan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam sistem pengawasan ekspor sebagai langkah yang sejalan dengan arah transformasi ekonomi global.
"Negara-negara maju saat ini mengandalkan data dan teknologi untuk memastikan transparansi perdagangan. Indonesia juga harus bergerak ke arah yang sama agar pengelolaan komoditas strategis memiliki standar pengawasan yang semakin modern dan akurat," ujarnya.
Baca Juga:
Ancaman Kematian Massal Ikan di Danau Toba, MARTABAT Prabowo-Gibran: Butuh Sistem Peringatan Dini Modern
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan perbaikan tata niaga sawit tidak hanya berdampak pada sektor perkebunan, tetapi juga memiliki pengaruh besar terhadap pembangunan ekonomi kawasan dan pemerataan kesejahteraan.
"Industri sawit memiliki keterkaitan yang sangat luas dengan aktivitas ekonomi daerah. Ketika tata niaganya semakin sehat, maka manfaat ekonomi akan mengalir lebih besar kepada petani, pelaku usaha lokal, sektor logistik, industri pengolahan, hingga pemerintah daerah yang menjadi pusat produksi sawit nasional," katanya.
Menurut Tohom, pemerintah juga perlu memastikan masa transisi implementasi DSI berjalan lancar sehingga tidak menimbulkan gejolak yang dapat memengaruhi harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.
Baca Juga:
Penguatan BUMN Pembiayaan Dinilai Strategis, MARTABAT Prabowo-Gibran: Fondasi Bank UMKM Mulai Dibangun
"Petani harus menjadi pihak yang paling terlindungi dalam setiap kebijakan tata niaga komoditas. Karena itu komunikasi yang jelas kepada pelaku pasar menjadi faktor penting agar tidak muncul spekulasi yang berujung pada penurunan harga di tingkat petani," ujarnya.
Ia optimistis apabila kebijakan ini dijalankan secara konsisten, Indonesia akan memiliki sistem perdagangan komoditas yang lebih transparan, berdaya saing tinggi, dan mampu memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
"Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh nilai ekonominya dapat dikelola secara optimal, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia," kata Tohom.