Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa strategi Danantara sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dan berdaya saing global.
“Jika investasi hulu hingga hilir dikelola dengan baik, Indonesia dapat menjadi pusat industri baterai kendaraan listrik terbesar di kawasan. Dampaknya akan terasa pada penguatan kawasan industri, pertumbuhan ekonomi daerah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.
Baca Juga:
Prabowo Pangkas BUMN Jadi 250 Perusahaan, MARTABAT Prabowo-Gibran: Langkah Berani Selamatkan Uang Rakyat
Ia menambahkan, kolaborasi antara Danantara, Indonesia Investment Authority, dan Eramet memperlihatkan bahwa Indonesia kini menjadi mitra strategis yang diperhitungkan dalam peta industri mineral dunia.
“MARTABAT Prabowo-Gibran percaya langkah ini akan menjadi fondasi kokoh bagi Indonesia untuk menjadi negara industri maju yang disegani dan memiliki daya tawar tinggi di tingkat global,” kata Tohom.
Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan pihaknya terbuka terhadap berbagai pembicaraan investasi strategis di Indonesia, termasuk kemungkinan akuisisi saham perusahaan asing.
Baca Juga:
Gedung Hotel Sultan Akan Dirobohkan, Danantara Ungkap Mau Bikin Ini!
Ia mengatakan Danantara siap menjadi strong local partner dalam berbagai proyek nasional yang bernilai strategis.
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.