Tohom melihat aksi beli investor asing pada sejumlah saham perbankan besar memperlihatkan sektor keuangan Indonesia masih memiliki daya tarik kuat.
Kondisi tersebut juga menggambarkan adanya keyakinan terhadap prospek aktivitas ekonomi domestik.
Baca Juga:
Dana Asing Kabur Rp5,39 Triliun, IHSG Tertekan Jelang Keputusan The Fed
“Ketika investor asing berani menempatkan dana besar pada sektor perbankan, ada ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi, aktivitas kredit, konsumsi masyarakat, dan keberlanjutan kegiatan usaha di Indonesia,” katanya.
Tohom mengatakan derasnya pembelian asing terhadap saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI juga menjadi perhatian.
BBRI tercatat membukukan net buy asing mencapai Rp379,24 miliar pada sesi I perdagangan.
Baca Juga:
Dari Sell Indonesia ke Sell Singapore, Ini Makna di Balik Istilah yang Bikin Warganet Panas
Menurutnya, kekuatan pasar modal idealnya tidak berhenti pada kenaikan harga saham.
Dampaknya harus semakin terhubung dengan ekspansi sektor riil, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan UMKM, dan peningkatan daya beli masyarakat.
“Pasar modal yang sehat harus menjadi cermin dari ekonomi yang produktif,” ujar Tohom.