Ia mengatakan masyarakat pada akhirnya membutuhkan pertumbuhan yang menghasilkan pekerjaan, pendapatan, investasi baru, dan kesempatan usaha.
Tohom berpandangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto perlu menggunakan momentum meningkatnya kepercayaan investor untuk mempercepat investasi pada sektor produktif.
Baca Juga:
Dana Asing Kabur Rp5,39 Triliun, IHSG Tertekan Jelang Keputusan The Fed
Sektor hilirisasi, pangan, energi, infrastruktur, industri manufaktur, dan ekonomi berbasis teknologi dinilai memiliki ruang besar untuk terus dikembangkan.
“Kalau kepercayaan pasar dapat diterjemahkan menjadi investasi produktif, dampaknya akan jauh lebih besar,” katanya.
Menurut Tohom, modal yang masuk idealnya tidak hanya menggerakkan indeks tetapi juga ikut membangun kapasitas ekonomi nasional.
Baca Juga:
Dari Sell Indonesia ke Sell Singapore, Ini Makna di Balik Istilah yang Bikin Warganet Panas
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa pertumbuhan investasi perlu diarahkan agar manfaat ekonomi semakin tersebar.
Kawasan aglomerasi dan pusat pertumbuhan baru di luar wilayah utama investasi perlu mendapatkan perhatian yang lebih besar.
“Indonesia membutuhkan pertumbuhan yang menyebar karena investasi yang terkonsentrasi pada beberapa pusat ekonomi saja tidak cukup,” ujar Tohom.