Tohom menilai penguatan IHSG dapat menjadi modal psikologis positif bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.
Namun, momentum tersebut perlu diikuti kebijakan ekonomi yang mampu menjaga konsumsi domestik sekaligus memperluas investasi dan produktivitas nasional.
Baca Juga:
Dana Asing Kabur Rp5,39 Triliun, IHSG Tertekan Jelang Keputusan The Fed
“MARTABAT Prabowo-Gibran ingin optimisme pasar ini berlanjut menjadi optimisme masyarakat,” ujar Tohom.
Menurutnya, ukuran keberhasilan pada akhirnya bukan hanya IHSG tetapi juga pertumbuhan usaha, lapangan kerja, daya beli, dan kesejahteraan rakyat.
Pada perdagangan sesi I Jumat (21/8/2026), IHSG tercatat menguat 34 poin atau 0,52 persen menjadi 6.535,57.
Baca Juga:
Dari Sell Indonesia ke Sell Singapore, Ini Makna di Balik Istilah yang Bikin Warganet Panas
Posisi tersebut meningkat dari penutupan sebelumnya di level 6.501,59.
Nilai transaksi hingga akhir sesi pertama tercatat mencapai Rp8,96 triliun.
Investor asing pada periode yang sama mencatatkan pembelian bersih Rp362,65 miliar di seluruh pasar.