Ia menilai langkah tersebut dapat menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mengurangi polusi, tanpa mengorbankan produktivitas kerja.
Dalam konteks ekonomi yang tengah menghadapi tekanan global, Arnod menekankan pentingnya langkah-langkah strategis pemerintah untuk menjaga pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja.
Baca Juga:
Pemkab Sumedang Tidak Berlakukan WFA Jelang Idul Fitri, ASN Diminta Patuhi Jadwal Kerja
Ia mendorong pemerintah agar lebih aktif membuka pasar ekspor baru, khususnya ke negara-negara yang tidak terdampak konflik global.
“Pemerintah harus agresif mencari peluang pasar ekspor baru agar ekonomi tetap tumbuh dan lapangan kerja tetap terjaga,” katanya.
Lebih lanjut, Arnod juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak menimbun dolar Amerika Serikat, karena berpotensi memicu inflasi dan memperlemah nilai tukar rupiah.
Baca Juga:
Menpar: Kebijakan WFA Perkuat Pergerakan Wisatawan di Libur Nataru
Di sisi lain, ia menyoroti penerapan WFA di kalangan ASN agar tidak mengganggu pelayanan publik. Menurutnya, perlu aturan yang ketat untuk mencegah penurunan kualitas layanan maupun praktik pungutan liar yang dapat merugikan masyarakat dan dunia usaha.
Arnod juga menyinggung kebijakan efisiensi harus dimulai dari pemerintah sendiri, termasuk para pejabat dan pemangku kepentingan, mulai dari eselon I dan II, menteri/kepala badan, hingga anggota DPR, serta Komisaris dan Direksi BUMN dan juga kepala daerah agar benar-benar menerapkan pola hidup hemat.
Apalagi, merekalah pihak yang menyiapkan dan mengelola anggaran dalam jumlah besar, sehingga penting untuk memberi contoh dalam penggunaan anggaran yang efektif dan tepat sasaran.