Seluruh elemen harus bersatu untuk menghindari defisit APBN, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, efisiensi juga perlu diterapkan dalam kegiatan seperti kunjungan kerja ke luar negeri agar lebih selektif, terukur, dan benar-benar memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.
Baca Juga:
Pemkab Sumedang Tidak Berlakukan WFA Jelang Idul Fitri, ASN Diminta Patuhi Jadwal Kerja
“Efisiensi harus tepat sasaran. Anggaran besar di sektor lain sebaiknya bisa dialihkan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan nasional,” tegasnya.
Pemerintah sendiri dijadwalkan akan membahas secara khusus kebijakan WFA dalam rapat koordinasi tingkat menteri bidang ekonomi sebelum menerbitkan aturan resmi melalui Kementerian Ketenagakerjaan.
Sebagai penutup, Arnod mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencintai dan memprioritaskan produk dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi nasional.
Baca Juga:
Menpar: Kebijakan WFA Perkuat Pergerakan Wisatawan di Libur Nataru
Menurutnya, fokus utama yang perlu didorong adalah penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya, sehingga angka ketergantungan dapat ditekan dan masyarakat memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
[Redaktur: Amanda Zubehor]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.